Bersambung daripada Zohor di Masjid Bunut Payong...
Selepas solat Zohor di masjid tadi barulah saya bergegas ke Pondok Bunut Payong.
Baru jam 2 petang barulah saya berada di pondok ini.
PEMBACAAN SEPERTI KITAB RAHMATAN LIL ALAMIN
Konsep Dasar Penyebaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin
Islam yang “rahmatan lil ’alamin” (menjadi rahmat bagi seluruh alam) sering disebut-sebut, menjadi kebanggaan dan sebagai salah satu ciri keagungan agama Islam. Sejauh ini, konsep itu baru hanya diartikan bahwa Islam membawa kebaikan, rahmat dan keselamatan bagi lingkungannya. Belum ada penjabaran bagaimana konsep operasionalnya atau konkretnya bahwa Islam itu rahmat bagi seluruh alam. Uraian di bawah ini adalah tuntunan memahami pengertian “rahmatan lil ‘alamin” itu dalam wujudnya yang jelas dan terukur sehingga bisa dijadikan pedoman dalam mengembangkan dan menyebarkan Islam yang penuh rahmat itu. Bagaimana ciri Islam sebagai ‘rahmatan lil a’alamin itu?” inilah jawabannya.
1. Orang Lain Ikut Menikmatinya
Pertama, orang lain ikut menikmatinya. Penyebaran Islam yang orang lain atau golongan lain ikut menikmatinya. Menikmati apa? Menikmati kebenarannya dan kebaikannya walau pun mereka bukan Muslim atau tanpa golongan lain tersebut tidak memeluk Islam. Mereka merasakan Islam itu benar dan baik dari aspek ajaran dan juga dari sikap atau perilaku pengikutnya yang santun, simpatik, hormat, saling tolong-menolong, toleran, saling bela, saling melindungi dan sebagainya. Golongan lain merasakan ketenangan berada di lingkungan Muslim. Mereka juga ikut menikmati kondisi, situasi, sistem sosial, lingkungan masyarakat yang dibangun dan diciptakan kaum Muslimin. Atau golongan lain juga ikut menikmati dampak atau hasil yang dicapai umat Islam yang mendorong kemajuan, menegakkan kebenaran, memerangi kejahatan, membenci keburukan dan menumpas kebatilan.
2. Orang Lain Merasakan Faedahnya
Kedua, orang lain merasakan faedahnya. Selain menikmati kebenaran ajaran dan kebaikan umatnya, golongan lain juga merasakan faedahnya dari kebenaran, kebaikan dan kemajuan Islam. Kemajuan yang diraih umat Islam dalam lapangan atau aspek apa saja terasa faedahnya oleh golongan non-Islam. Misalnya, dunia ilmu pengetahuan kini memakai angkat 0,1 sampai 9. Angka yang digunakan oleh dunia internasional ini disebut angka Arab, yang nota-bene adalah Islam, dan manusia seluruh dunia kini menggunakannya. Umat manusia merasakan faidahnya. Inilah bukti dari Islam sebagai rahmatan lil ’alamin. Dunia ilmu pengetahuan mengenal ilmu kimia (kimiyya), aljabar, ilmu falak (ilmu perbintangan atau astronomi), ilmu kedokteran yang dirintis Ibnu Sina (Barat: Avoreis) ilmu kelautan atau navigasi dan sebagainya. Ilmu-ilmu ini, pada awal perkembangannya, dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim. Inilah bukti dari Islam sebagai rahmatan lil ’alamin. Orang lain merasakan faedahnya. Silahkan menyebutkan contoh-contoh lain yang sangat banyak dalam aspek-aspek kehidupan yang lain yang telah dirintis, dicapai dan dikembangkan oleh kaum Muslimin.
3. Orang Lain Terangkat Martabatnya
Ketiga, orang lain terangkat martabatnya. Bukti lain yang harus terwujud dari konsep Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah orang lain terangkat martabatnya. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi dan memperjuangkan kebenaran, menyuguhkan kebaikan dan mendorong kemajuan harus turut mengangkat martabat orang-orang yang berada di lingkungannya, yaitu lingkungan pengaruh dan kekuasaannya. Misalnya, kisah Bilal bin Rabbah, budak hitam yang diperjualbelikan oleh kafir Quraisy kemudian menjadi orang penting Rasulullah s.a.w SAW setelah dia masuk Islam. Kisah Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang kalah di pengadilan oleh seorang Yahudi biasa yang mencuri baju besi dan kisah seorang Yahudi yang melapor pada Khalifah Umar dan khalifah memecat Gubernur Syam karena menggusur rumah si Yahudi tersebut. Kisah ini mengangkat derajat kemanusiaan non-Muslim karena hukum yang adil melindunginya dari ketidakadilan.
4. Siapapun Sangat Membutuhkannya
Ciri keempat Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin adalah siapapun sangat membutuhkannya. Islam tidak eksklusif hanya diperuntukkan untuk umat Islam sendiri tapi untuk seluruh manusia di muka bumi. Muhammad pun diutus sebagai nabi dan rasul terakhir (khatamun nabiyyin, penutup para nabi) untuk umat manusia sampai akhir zaman. Ajaran Islam yang luhur dan agung, harus dirasakan dan dibutuhkan oleh siapapun di muka bumi ini, oleh orang Islam sendiri dan oleh golongan lain bahkan oleh orang yang tidak beragama sekalipun. Islam belum menjadi rahmat bagi lingkungan bila golongan lain tidak membutuhkannya. Pada aspek ini, harus diakui, umat Islam belum menunjukkan bukti dan kualitasnya. Secara norma, konsep dan ajaran, Islam itu tinggi, agung dan mulia: Al-Islamu ya’lu wa la yu’la alaih, tapi belum dibuktikan atau ditunjukkan oleh umatnya. Yang terjadi sekarang ini malah sebaliknya. Bukan umat Islam yang dibutuhkan, tapi kita membutuhkan kemajuan Barat. Kita membutuhkan dana pembangunan, membutuhkan bantuan ekonomi, membutuhkan utang, membutuhkan kemajuan pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan dan tekologi yang datang dari Barat. Di beberapa belahan bumi, umat Islam masih identik dengan kemiskinan, ketertinggalan, kekurangan dan kelaparan. Selama situasi ini belum terbalik, orang lain belum membutuhkan kita, berarti kita belum mewujudkan bukti Islam itu rahmat bagi sekalian alam.
5. Tak Satu Pun Orang yang Merasa Tidak Terbantu Olehnya
Terakhir, bukti rahmat bagi sekalian alam adalah semua orang harus merasa terbantu oleh Islam. Keagungan Islam harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, dalam akhlak dan prestasi sehari-hari, membawa kebaikan dan kemajuan, sehingga golongan lain, siapapun, merasa terbantu oleh kemajuan Islam tersebut. Bukti ini misalnya pernah dibuktikan oleh Islam pada masa The Golden Age. Perkembangan ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, kimia, kedokteran, astronomi dan lain-lain yang kini lebih maju di Barat berasal dari kemajuan yang dicapai oleh dunia Islam yaitu oleh para ilmuwan seperti oleh Khawarizmi, al-Kindi, Kimiyya, Ibnu Sina dan lain-lain. Kini, semua orang di muka bumi ini, merasakan akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan itu, seperti kemudahan, kepraktisan, kecepatan dan seterusnya.
Take a journey across space and time through the multi-dimensional door that is the soul of my being FB : Mohd Afiq Aslam IG/TT : arefiqaslam00
Thursday, 14 February 2019
Zohor di Masjid Bunut Payong
Merujuk juga kepada artikel Perjalanan sepanjang Tahun Baru Cina - Akan datang yang dipersembahkan Sabtu lalu. Maka pagi tadi saya ada kerja sehari di Bunut Payong berdekatan Wakaf Che Yeh.
Sebaik sampai waktu azan Zohor sudah berkumandang dan sampai masa untuk menunaikan solat Zohor berjemaah di Masjid Mukim Bunut Payong. Walaupun sudah beberapa kali saya singgah di masjid ini.
Diakui bahawa Masjid Mukim Bunut Payong adalah salah satu masjid tercantik di Kelantan, apatah lagi di Malaysia.
Angin kipas besar masjid ini berderu-deru...Sejukkk!!!
Sebaik sampai waktu azan Zohor sudah berkumandang dan sampai masa untuk menunaikan solat Zohor berjemaah di Masjid Mukim Bunut Payong. Walaupun sudah beberapa kali saya singgah di masjid ini.
Diakui bahawa Masjid Mukim Bunut Payong adalah salah satu masjid tercantik di Kelantan, apatah lagi di Malaysia.
Angin kipas besar masjid ini berderu-deru...Sejukkk!!!
Wednesday, 13 February 2019
Kes pembunuhan Adib - Apa persoalannya
Salam semua. Minggu lepas saya sekeluarga baru sudah menyelesaikan perjalanan kita dari Bangi sepanjang Tahun Baru Cina 2019 Merujuk kembali kepada artikel Perjalanan sepanjang Tahun Baru Cina - Akan datang yang dipersembahkan Sabtu lalu iaitu hari baru dalam perjalanan pulang ke negeri tanah airku. Tapi kita rasa sedih atas pemergian seorang perwira yang terkorban dalam insiden rusuhan di kuil di Subang Jaya 27 November lalu. Ini adalah satu persoalan bagi korang...
Pemansuhan berkenaan dengan kes pembunuhan Adib merujuk kepada usaha pihak tertentu agar hukuman mati dimansuhkan pada sidang Parlimen akan datang (katanya bermula 11 Mac) sedangkan kes pembunuhan merujuk kepada peristiwa seorang ahli bomba bernama Muhammad Adib yang mati akibat kecederaan dipukul perusuh ketika berlaku kekecohan di Kuil Mariamman, Seafield, USJ Subang Jaya. Kekecohan tercetus apabila sekumpulan lelaki menceroboh kuil awal pagi Isnin 26 November 2018. Berlakulah pergaduhan antara dua pihak, satu kebetulan berbangsa Melayu, satu lagi India lalu diapi-apikan hingga menjadi isu perkauman..
Rusuhan menyaksikan banyak harta benda dirosakkan dan beberapa kereta dibakar. Awal pagi Selasa 27 November masuk dua kenderaan bomba, lori dan van ke lokasi untuk memadamkan api. Sebaliknya mereka diserang perusuh lalu Adib dipukul teruk.
Tiga minggu kemudian Adib meninggal dunia akibat kecederaannya. Berikut adalah kronologi peristiwa seperti dipaparkan akhbar Berita Harian 18 Disember :-
26 November 2018
- pergaduhan membabitkan dua kumpulan berhubung isu pemindahan tapak kuil Sri Maha Mariamman di USJ 25, Seafield, Subang Jaya, jam 3 pagi.
- 18 kenderaan terbakar dan 700 anggota keselamatan digerakkan bagi mengawal keadaan.
- Ketua Polis Negara, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun umum polis tahan 17 lelaki dan adakan kawalan 24 jam, orang ramai yang berkumpul di sekitar kuil diarah bersurai.
27 November 2018
- anggota Unit Bantuan Perkhidmatan Kecemasan (EMRS) Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Subang Jaya, Muhammad Adib, 24, diserang dan pukul hingga parah dan jentera bomba dirosakkan selain dua kenderaan lain dibakar.
- Muhammad Adib dimasukkan ke unit jagaan rapi di Pusat Perubatan Ramsay Sime Darby, Subang Jaya, kira-kira jam 1 pagi, sebelum dipindahkan ke IJN, pada keesokan malamnya.
- Ketua Polis Selangor beri jaminan keadaan terkawal.
- Menteri di Jabatan Perdana Menteri P Waytha Moorthy minta semua masyarakat India bertenang.
- Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad tegaskan insiden berunsur jenayah bukan perkauman atau agama.
28 November 2018
- Badan Bertindak Kuil Sri Maha Mariamman dakwa Muhammad Adib parah akibat kemalangan jalan raya.
- Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia tubuh jawatankuasa khas siasat kejadian.
29 November 2018
- Ketua Polis Negara, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun tegaskan dakwaan pihak kuil tidak benar.
4 Disember 2018
-Selepas seminggu dirawat, Muhammad Adib beri tindak balas kepada orang sekeliling, tetapi masih tidak dapat bertutur.
5 Disember 2018
- Muhammad Adib mendapat sistem sokongan kepada mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) yang membantu fungsi paru-paru.
- Jantung Muhammad Adib juga mampu berfungsi dengan sendiri tanpa sokongan mesin bantuan.
7 Disember 2018
- Muhammad Adib tunjuk perkembangan positif walaupun masih kritikal dan stabil selain tidak bergantung kepada mesin sokongan jantung.
8 Disember 2018
- Muhammad Adib masih bergantung beberapa mesin sokongan untuk memastikan organ dalamannya dapat dipulihkan pada tahap optima.
10 Disember 2018
- Muhammad Adib memberikan respons dengan menulis pada papan putih untuk berkomunikasi.
15 Disember 2018
- Muhammad Adib terpaksa menggunakan semula mesin ECMO kira-kira jam 9 malam selepas penilaian mendapati paru-parunya mula mengeras.
16 Disember 2018
- kesihatan Muhammad Adib kembali merosot dan kritikal. Institut Jantung Negara (IJN) memaklumkan selepas penilaian menyeluruh, paru-parunya menunjukkan tanda-tanda konsolidasi dan pengerasan tisu, menjadikan pertukaran gas tidak berkesan.
17 Disember 2018
- Muhammad Adib disahkan meninggal dunia jam 9.41 malam.
Kematian Adib menjadi sensasi kerana sehingga kini belum ada pihak dipertanggungjawabkan atas kematian beliau. Sebaliknya kelihatan ada usaha untuk mengalihkan perhatian dengan menyatakan beliau mati akibat dilanggar lori bomba yang berundur sehingga melanggar van bomba di belakangnya. Satu inkues telah dimulakan pagi Isnin 11 Februari semalam untuk menyiasat dan menetapkan punca kematian. Namun ada kebimbangan bahawa ia sekadar wayang untuk menutup perkara sebenar kerana ada kepentingan-kepentingan politik tertentu bukan Melayu sedangkan hal ini sangat menghiris hati orang Melayu.
Sebagai mengakhiri artikel ini ingin saya berkongsi ilham yang terbit dalam hati tentang perkara ini. Saya rasa orang lain pun ada terfikir perkara yang sama. Cuma hendak menyatakan ia secara teratur tu mungkin ramai tak yakin atau tidak dapat kalamnya.
Melihat pada tempoh masa rusuhan yang mengakibatkan kematian Adib berlaku saya bertanya kepada isteri mesti ada terkait dengan suatu perkara besar tetapi apa dia? Kalau ada konspirasi dan saya percaya memang ada konspirasi tentu ia terkait dengan perkara besar itu. Isteri saya pun berfikir sejenak. Ah. Rasanya ia terkait dengan perhimpunan anti-ICERD yang berlaku 8 Disember.
Terus terbetik dalam hati rusuhan yang tercetus awal pagi 26 November iaitu kurang 2 minggu sebelum perhimpunan tersebut memang bertujuan untuk menggagalkan atau memburukkan himpunan tersebut. Umum tahu bagaimana usaha untuk meratifikasikan ICERD ini disuarakan oleh seorang menteri berbangsa India yang sering mendakwa bangsanya ditindas orang Melayu. Bila berlaku rusuhan beliau dan beberapa orang politik bangsa India terus membuat tuduhan ia berlaku akibat serangan orang Melayu dan Islam terhadap kuil mereka. Polis pula didakwa lambat bertindak sedangkan ramai tahu kebanyakan anggota polis adalah berbangsa Melayu. Sentimen negatif dimainkan dan diapi-apikan sebegitu rupa sehingga menjadi isu perkauman Melayu lawan India. Sedangkan isu sebenarnya adalah puak mereka telah mendirikan kuil atas tanah milik orang lalu diminta keluar.
Mahkamah telah pun memerintahkan mereka keluar dan untuk itu satu tanah ganti telah diberikan untuk mendirikan kuil baru berserta wang pampasan. Sebaliknya apa yang berlaku ia dijadikan isu perkauman, kuil atas tanah haram pula mahu terus dipertahankan, wang pampasan tidak dipulangkan dan tanah yang diberi mahu terus dipegang.
Nampak tak bagaimana celakanya situasi ini? Adib menjadi mangsa akibat sentimen perkauman anti-Melayu dan Islam yang dikocakgelorakan (saya main bantai aje letak perkataan itu... :]) sehingga sebaik sahaja ternampak kelibat penjawat awam itu berbangsa Melayu terus diberikan ancaman. Saya melihat bahawa rusuhan diapi-apikan untuk memaksa orang Melayu bertindak ganas.
Apabila itu berlaku bolehlah diwar-warkan kepada dunia bahawa orang India memang 'tertindas'. Dengan itu isu ICERD dapat diangkat dengan bantuan dan desakan masyarakat antarabangsa. Seterusnya ia boleh digunakan untuk menghapuskan hak keistimewaan orang Melayu, institusi raja-raja Melayu dan kedudukan tinggi agama Islam menurut perlembagaan.
Orang India yang kita tahu cuma membentuk belasan persen penduduk negara Malaysia cuba dipaparkan sebagai pihak yang teraniaya. Tetapi yang saya lihat akan mendapat laba paling besar kalau ICERD berjaya diratifikasikan adalah orang Cina yang membentuk 20 lebih peratus penduduk tetapi menguasai lebih 80% ekonomi negara. Perkara ini akan berbalik kepada siapakah pemilik tanah yang mengandungi kuil, kenapa dihantarnya samseng berbangsa Melayu untuk menduduki kuil. Bukankah ramai lagi samseng berbangsa Cina boleh dihantar?
Mohon siasatan dibuat secara terperinci tentang ini. Sekurang-kurangnya biar mendapat kepastian bagaimana boleh ada sijil silat dan sebagainya pada tangan jawatankuasa kuil. Betulkan didapati daripada penyerang berbangsa Melayu? Atau ia 'ditanam' untuk memburukkan orang Melayu terutama warga silat sebagai samseng belaka?
Tetapi apa yang dirancang tidak menjadi apabila berlaku kematian Adib namun orang Melayu tidak bertindak di luar batasan. Bayangkan apakah yang akan berlaku jika orang Melayu mengamuk lalu ada orang India terbunuh? Apakah orang bukan Melayu akan begitu sabar menunggu keputusan siasatan, inkues bagai seperti halnya orang Melayu? Tidak. Kita sudah tahu sangat perangai mereka yang tidak redha lagi kiasu amat mementingkan diri.
Bila rancangan asal untuk mempersalahkan orang Melayu tidak menjadi malah nampaknya orang India pula akan dipersalahkan cara yang tinggal adalah menimbulkan keraguan agar kesalahan tidak dapat dipalitkan pada mana-mana orang India. Itu yang saya nampak dan saya percaya ramai juga nampak perkara yang sama. Kalau tidak dipantau sebaiknya lalu diberikan tindak balas yang sesuai jangan hairan jika kematian Adib dikatakan sama ada sebab dilanggar lori bomba atau dikecilkan skop menjadi akibat darah beku naik ke otak atau sebagainya. Akan cuba dielakkan dan dibuang ke tepi bagaimana boleh muncul darah beku akibat pukulan atau apa-apa taktik lain yang menghilangkan tanggungjawab orang bukan Melayu.
Baling batu sembunyi tangan. Hal ini terkait juga dengan usaha pemansuhan hukuman mati dan banyak lagi undang-undang bersifat pencegahan yang cuba dimansuhkan oleh pihak-pihak tertentu. Saya melihat ada tangan-tangan cemar yang terkait dengan pemikiran kuku besi ala komunis dan kepentingan kongsi-kongsi gelap yang suka membanyakkan rumah-rumah maksiat, judi, minum arak, rumah urut, zina. menjual dadah, perdagangan manusia dan sebagainya, Cukup.
Pemansuhan berkenaan dengan kes pembunuhan Adib merujuk kepada usaha pihak tertentu agar hukuman mati dimansuhkan pada sidang Parlimen akan datang (katanya bermula 11 Mac) sedangkan kes pembunuhan merujuk kepada peristiwa seorang ahli bomba bernama Muhammad Adib yang mati akibat kecederaan dipukul perusuh ketika berlaku kekecohan di Kuil Mariamman, Seafield, USJ Subang Jaya. Kekecohan tercetus apabila sekumpulan lelaki menceroboh kuil awal pagi Isnin 26 November 2018. Berlakulah pergaduhan antara dua pihak, satu kebetulan berbangsa Melayu, satu lagi India lalu diapi-apikan hingga menjadi isu perkauman..
Rusuhan menyaksikan banyak harta benda dirosakkan dan beberapa kereta dibakar. Awal pagi Selasa 27 November masuk dua kenderaan bomba, lori dan van ke lokasi untuk memadamkan api. Sebaliknya mereka diserang perusuh lalu Adib dipukul teruk.
Tiga minggu kemudian Adib meninggal dunia akibat kecederaannya. Berikut adalah kronologi peristiwa seperti dipaparkan akhbar Berita Harian 18 Disember :-
26 November 2018
- pergaduhan membabitkan dua kumpulan berhubung isu pemindahan tapak kuil Sri Maha Mariamman di USJ 25, Seafield, Subang Jaya, jam 3 pagi.
- 18 kenderaan terbakar dan 700 anggota keselamatan digerakkan bagi mengawal keadaan.
- Ketua Polis Negara, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun umum polis tahan 17 lelaki dan adakan kawalan 24 jam, orang ramai yang berkumpul di sekitar kuil diarah bersurai.
27 November 2018
- anggota Unit Bantuan Perkhidmatan Kecemasan (EMRS) Balai Bomba dan Penyelamat (BBP) Subang Jaya, Muhammad Adib, 24, diserang dan pukul hingga parah dan jentera bomba dirosakkan selain dua kenderaan lain dibakar.
- Muhammad Adib dimasukkan ke unit jagaan rapi di Pusat Perubatan Ramsay Sime Darby, Subang Jaya, kira-kira jam 1 pagi, sebelum dipindahkan ke IJN, pada keesokan malamnya.
- Ketua Polis Selangor beri jaminan keadaan terkawal.
- Menteri di Jabatan Perdana Menteri P Waytha Moorthy minta semua masyarakat India bertenang.
- Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad tegaskan insiden berunsur jenayah bukan perkauman atau agama.
28 November 2018
- Badan Bertindak Kuil Sri Maha Mariamman dakwa Muhammad Adib parah akibat kemalangan jalan raya.
- Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia tubuh jawatankuasa khas siasat kejadian.
29 November 2018
- Ketua Polis Negara, Tan Sri Mohamad Fuzi Harun tegaskan dakwaan pihak kuil tidak benar.
4 Disember 2018
-Selepas seminggu dirawat, Muhammad Adib beri tindak balas kepada orang sekeliling, tetapi masih tidak dapat bertutur.
5 Disember 2018
- Muhammad Adib mendapat sistem sokongan kepada mesin Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) yang membantu fungsi paru-paru.
- Jantung Muhammad Adib juga mampu berfungsi dengan sendiri tanpa sokongan mesin bantuan.
7 Disember 2018
- Muhammad Adib tunjuk perkembangan positif walaupun masih kritikal dan stabil selain tidak bergantung kepada mesin sokongan jantung.
8 Disember 2018
- Muhammad Adib masih bergantung beberapa mesin sokongan untuk memastikan organ dalamannya dapat dipulihkan pada tahap optima.
10 Disember 2018
- Muhammad Adib memberikan respons dengan menulis pada papan putih untuk berkomunikasi.
15 Disember 2018
- Muhammad Adib terpaksa menggunakan semula mesin ECMO kira-kira jam 9 malam selepas penilaian mendapati paru-parunya mula mengeras.
16 Disember 2018
- kesihatan Muhammad Adib kembali merosot dan kritikal. Institut Jantung Negara (IJN) memaklumkan selepas penilaian menyeluruh, paru-parunya menunjukkan tanda-tanda konsolidasi dan pengerasan tisu, menjadikan pertukaran gas tidak berkesan.
17 Disember 2018
- Muhammad Adib disahkan meninggal dunia jam 9.41 malam.
Kematian Adib menjadi sensasi kerana sehingga kini belum ada pihak dipertanggungjawabkan atas kematian beliau. Sebaliknya kelihatan ada usaha untuk mengalihkan perhatian dengan menyatakan beliau mati akibat dilanggar lori bomba yang berundur sehingga melanggar van bomba di belakangnya. Satu inkues telah dimulakan pagi Isnin 11 Februari semalam untuk menyiasat dan menetapkan punca kematian. Namun ada kebimbangan bahawa ia sekadar wayang untuk menutup perkara sebenar kerana ada kepentingan-kepentingan politik tertentu bukan Melayu sedangkan hal ini sangat menghiris hati orang Melayu.
Sebagai mengakhiri artikel ini ingin saya berkongsi ilham yang terbit dalam hati tentang perkara ini. Saya rasa orang lain pun ada terfikir perkara yang sama. Cuma hendak menyatakan ia secara teratur tu mungkin ramai tak yakin atau tidak dapat kalamnya.
Melihat pada tempoh masa rusuhan yang mengakibatkan kematian Adib berlaku saya bertanya kepada isteri mesti ada terkait dengan suatu perkara besar tetapi apa dia? Kalau ada konspirasi dan saya percaya memang ada konspirasi tentu ia terkait dengan perkara besar itu. Isteri saya pun berfikir sejenak. Ah. Rasanya ia terkait dengan perhimpunan anti-ICERD yang berlaku 8 Disember.
Terus terbetik dalam hati rusuhan yang tercetus awal pagi 26 November iaitu kurang 2 minggu sebelum perhimpunan tersebut memang bertujuan untuk menggagalkan atau memburukkan himpunan tersebut. Umum tahu bagaimana usaha untuk meratifikasikan ICERD ini disuarakan oleh seorang menteri berbangsa India yang sering mendakwa bangsanya ditindas orang Melayu. Bila berlaku rusuhan beliau dan beberapa orang politik bangsa India terus membuat tuduhan ia berlaku akibat serangan orang Melayu dan Islam terhadap kuil mereka. Polis pula didakwa lambat bertindak sedangkan ramai tahu kebanyakan anggota polis adalah berbangsa Melayu. Sentimen negatif dimainkan dan diapi-apikan sebegitu rupa sehingga menjadi isu perkauman Melayu lawan India. Sedangkan isu sebenarnya adalah puak mereka telah mendirikan kuil atas tanah milik orang lalu diminta keluar.
Mahkamah telah pun memerintahkan mereka keluar dan untuk itu satu tanah ganti telah diberikan untuk mendirikan kuil baru berserta wang pampasan. Sebaliknya apa yang berlaku ia dijadikan isu perkauman, kuil atas tanah haram pula mahu terus dipertahankan, wang pampasan tidak dipulangkan dan tanah yang diberi mahu terus dipegang.
Nampak tak bagaimana celakanya situasi ini? Adib menjadi mangsa akibat sentimen perkauman anti-Melayu dan Islam yang dikocakgelorakan (saya main bantai aje letak perkataan itu... :]) sehingga sebaik sahaja ternampak kelibat penjawat awam itu berbangsa Melayu terus diberikan ancaman. Saya melihat bahawa rusuhan diapi-apikan untuk memaksa orang Melayu bertindak ganas.
Apabila itu berlaku bolehlah diwar-warkan kepada dunia bahawa orang India memang 'tertindas'. Dengan itu isu ICERD dapat diangkat dengan bantuan dan desakan masyarakat antarabangsa. Seterusnya ia boleh digunakan untuk menghapuskan hak keistimewaan orang Melayu, institusi raja-raja Melayu dan kedudukan tinggi agama Islam menurut perlembagaan.
Orang India yang kita tahu cuma membentuk belasan persen penduduk negara Malaysia cuba dipaparkan sebagai pihak yang teraniaya. Tetapi yang saya lihat akan mendapat laba paling besar kalau ICERD berjaya diratifikasikan adalah orang Cina yang membentuk 20 lebih peratus penduduk tetapi menguasai lebih 80% ekonomi negara. Perkara ini akan berbalik kepada siapakah pemilik tanah yang mengandungi kuil, kenapa dihantarnya samseng berbangsa Melayu untuk menduduki kuil. Bukankah ramai lagi samseng berbangsa Cina boleh dihantar?
Mohon siasatan dibuat secara terperinci tentang ini. Sekurang-kurangnya biar mendapat kepastian bagaimana boleh ada sijil silat dan sebagainya pada tangan jawatankuasa kuil. Betulkan didapati daripada penyerang berbangsa Melayu? Atau ia 'ditanam' untuk memburukkan orang Melayu terutama warga silat sebagai samseng belaka?
Tetapi apa yang dirancang tidak menjadi apabila berlaku kematian Adib namun orang Melayu tidak bertindak di luar batasan. Bayangkan apakah yang akan berlaku jika orang Melayu mengamuk lalu ada orang India terbunuh? Apakah orang bukan Melayu akan begitu sabar menunggu keputusan siasatan, inkues bagai seperti halnya orang Melayu? Tidak. Kita sudah tahu sangat perangai mereka yang tidak redha lagi kiasu amat mementingkan diri.
Bila rancangan asal untuk mempersalahkan orang Melayu tidak menjadi malah nampaknya orang India pula akan dipersalahkan cara yang tinggal adalah menimbulkan keraguan agar kesalahan tidak dapat dipalitkan pada mana-mana orang India. Itu yang saya nampak dan saya percaya ramai juga nampak perkara yang sama. Kalau tidak dipantau sebaiknya lalu diberikan tindak balas yang sesuai jangan hairan jika kematian Adib dikatakan sama ada sebab dilanggar lori bomba atau dikecilkan skop menjadi akibat darah beku naik ke otak atau sebagainya. Akan cuba dielakkan dan dibuang ke tepi bagaimana boleh muncul darah beku akibat pukulan atau apa-apa taktik lain yang menghilangkan tanggungjawab orang bukan Melayu.
Baling batu sembunyi tangan. Hal ini terkait juga dengan usaha pemansuhan hukuman mati dan banyak lagi undang-undang bersifat pencegahan yang cuba dimansuhkan oleh pihak-pihak tertentu. Saya melihat ada tangan-tangan cemar yang terkait dengan pemikiran kuku besi ala komunis dan kepentingan kongsi-kongsi gelap yang suka membanyakkan rumah-rumah maksiat, judi, minum arak, rumah urut, zina. menjual dadah, perdagangan manusia dan sebagainya, Cukup.








